Bell’s Palsy, apa itu?

Bell's Palsy

  • Bell’s palsy adalah gangguan pada saraf yang bekerja untuk otot-otot muka.

  • Saraf yang diserang adalah saraf nomor 7 atau biasa disebut saraf tepi.

  • Biasanya terserang hanya di separuh wajah saja.

  • Pada umumnya serangan Bell’s palsy datang dengan tiba-tiba.

  • Gejala yang timbul adalah kondisi asimetris pada wajah, sehingga penderita tidak mampu menggerakkan dan mengangkat alis, menutup rapat mata, mengerutkan dahi, meringis, menyeringai, dan menggembungkan pipi.

  • Rasa makanan berkurang dan mudah terselip pada sisi lidah yang terkena Bell’s palsy.

  • Penyebab pastinya belum ditemukan, tapi umumnya dikaitkan dengan infeksi virus dan angin.

  • Bell’s palsy bisa menyerang siapa saja yang kondisinya kurang fit, atau bisa juga karena terpaan angin yang terus menerus diwajah.

  • Istilah Bell’s palsy diambil dari nama Sir Charles Bell, dokter pada abad 19 yang pertama mengembangkan kondisi ini.

  • Fisioterapi bukanlah sebuah keharusan walaupun bisa memberikan hasil yang maksimal.

  • Biasanya dalam waktu 3 sampai 6 bulan, penyakit ini akan hilang dengan sendirinya. Namun alangkah lebih baik bila kita segera ke dokter untuk mendapatkan obat golongan antivirus.

  • Semua orang memiliki potensi yang sama terkena penyakit ini, tapi ada beberapa kondisi yang memudahkan terjadinya Bell’s Palsy. Misalnya, lanjut usia, tekanan darah rendah, diabetes dan kehamilan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s