Ubi jalar, apa khasiatnya?

Ubi Jalar

  • Karbohidrat yang dikandung ubi jalar masuk klasifikasi low glycemix index (LGI, 54), artinya ubi ini sangat cocok untuk penderita diabetes karena kandungan gulanya sederhana.
  • Mengonsumsi ubi jalar tidak secara drastis menaikkan gula darah, berbeda dengan sifat karbohidrat dengan glycemix index-nya tinggi, seperti beras dan jagung.
  • Keistimewaan ubi ini juga terletak pada kandungan seratnya yang sangat tinggi. Serat sangat baik untuk mencegah kanker saluran pencernaan dan mengikat zat karsinogen penyebab kanker di dalam tubuh.
  • Serat yang terdapat pada ubi jalar merah termasuk serat larut yang menyerap kelebihan lemak/kolesterol darah sehingga kadar lemak “jahat” dalam darah tetap aman terkendali. Serat alami oligosakarida yang tersimpan dalam ubi jalar ini sekarang menjadi komoditas bernilai dalam pemerkayaan produk pangan olahan, seperti susu.
  • Selain mencegah sembelit, oligosakarida memudahkan buang angin. Hanya pada orang yang sangat sensitif oligosakarida mengakibatkan kembung.
  • Ubi jalar mengandung betakaroten yang tinggi. Betakaroten merupakan bahan pembentuk vitamin A dalam tubuh. Ubi jalar putih misalnya mengandung 260 mkg (869 SI) betakaroten per 100 gram, ubi jalar merah yang berwarna kuning emas tersimpan 2.900 mkg (9.675 SI) betakaroten, ubi merah yang berwarna jingga 9.900 mkg (32.967 SI). Makin pekat warna jingganya. makin tinggi kadar betakarotennya. Bahkan, dibandingkan dengan bayam dan kangkung, kandungan vitamin A ubi jalar merah masih setingkat lebih tinggi
  • Secangkir ubi jalar merah kukus yang telah dilumatkan menyimpan 50.000 SI betakaroten, setara dengan kandungan betakaroten dalam 23 cangkir brokoli. Proses perebusan ubi jalar hanya merusak 10% kadar betakaroten, sedangkan penggorengan atau pemanggangan dalam oven dapat merusak betakaroten hingga 20%. Namun, penjemuran dapat menghilangkan hampir separuh kandungan betakaroten, sekitar 40%. Artinya, dengan menyantap seporsi ubi jalar merah kukus/rebus sudah dapat memenuhi kecukupan vitamin A 2.100 – 3.600 mkg sehari.
  • Betakaroten sebagai provitamin A pada ubi jalar merah berkhasiat sebagai “obat mata”. Manfaat lain ubi jalar merah mengendalikan produksi hormon melatonin yang dihasilkan oleh kelenjar pineal di dalam otak. Melatonin merupakan antioksidan andal yang menjaga kesehatan sel dan sistem saraf otak, sekaligus mereparasinya jika ada kerusakan. Keterbatasan produksi melatonin berbuntut menurunkan produksi hormon endokrin sehingga sistem kekebalan tubuh merosot. Kondisi ini memudahkan terjadinya infeksi dan mempercepat laju proses penuaan.
  • Ubi jalar merah yang berlimpah vitamin A dan E dapat mengoptimalkan produksi hormon melatonin. Dengan rajin makan ubi jalar merah, ketajaman daya ingat dan kesegaran kulit serta organ tetap terjaga. Yang unik, kombinasi vitamin A (betakaroten) dan vitamin E dalam ubi jalar merah bekerja sama menghalau stroke dan serangan jantung.
  • Kandungan betakaroten pada ubi jalar dapat juga berfungsi sebagai antioksidan. Antioksidan yang tersimpan dalam ubi jalar merah mampu menghalangi laju perusakan sel oleh radikal bebas. Betakarotennya mencegah stroke, sementara vitamin E mencegah terjadinya penyumbatan dalam saluran pembuluh darah sehingga munculnya serangan jantung dapat dicegah.
  • Keberadaan senyawa antosianin pada ubi jalar yaitu pigmen yang terdapat pada ubi jalar ungu atau merah dapat berfungsi sebagai komponen pangan sehat dan paling lengkap. Pigmen antosianin pada ubi jalar lebih tinggi konsentrasinya dan lebih stabil bila dibandingkan dengan antosianin dari kubis dan jagung merah.
  • Hasil penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan Balitbang Pertanian, menunjukkan antosianin bermanfaat bagi kesehatan tubuh karena dapat berfungsi sebagai antioksidan, antihipertensi, dan pencegah gangguan fungsi hati, jantung koroner, kanker, dan penyakit-penyakit degeneratif, seperti arteosklerosis.
  • Antosianin juga mampu menghalangi laju perusakan sel radikal bebas akibat Nikotin, polusi udara, dan bahan kimia lainnya. Antosianin berperan dalam mencegah terjadinya penuaan, kemerosotan daya ingat dan kepikunan, polyp, asam urat, penderita sakit maag (asam lambung). Selain itu, antosianin juga memiliki kemampuan menurunkan kadar gula darah (antihiperglisemik).
About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s