Thalasemia, apa itu?

thalassemia

  • Merupakan kelainan genetik yang menyebabkan terganggunya produksi haemaglobin, sebuah protein yang ada di sel darah merah.
  • Penderita thalasemia memiliki sel darah merah yang mudah rusak atau umurnya lebih pendek (23 hari) dibanding sel darah normal (120 hari) sehingga penderita akan mengalami anemia.
  • Gejala thalasemia sangat bervariasi, diantaranya anemia, pucat, sukar tidur, lemas, tidak nafsu makan, infeksi berulang, jantung lemah dan mudah berdebar-debar karena harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan haemaglobin.
  • Gejala yang lain adalah tulang yang menipis dan rapuh karena sumsum tulang harus bekerja keras mengatasi kekurangan haemaglobin. Hal ini sering menyebabkan batang hidung penderita masuk kedalam tulang pipi yang menonjol.
  • Sampai saat ini belum ada obatnya. Yang bisa dilakukan penderita thalasemia adalah menjaga kesehatan dan rutin transfusi darah yang harus dilakukan sepanjang hidupnya.
  • thalasemia tidak menular, namun ia membawa gen turunan (penyakit yang diturunkan oleh orangtua yang membawa gen thalasemia)
  • Karena harus terus menerus mendapatkan transfusi darah,  jumlah zat besi yang masuk ke dalam tubuh (via transfusi) jauh lebih besar daripada jumlah zat besi yang dapat dikeluarkan tubuh. Lama-kelamaan akan terjadi akumulasi zat besi atau yang disebut juga dengan iron overload.
  • Kemudian, zat besi yang tidak dapat dikeluarkan tersebut akan tertimbun dalam organ-organ di tubuh dan mengganggu fungsi organ tubuh, antara lain jantung.
  • Biasanya jika orangtua menderita thalasemia, kemungkinan besar anaknya juga akan mengalami penyakit yang sama, bahkan bayi ibu hamil akan ada kemungkinan bayinya meninggal di dalam kandungan.
  • Data Departemen Kesehatan Indonesia (Depkes) menyebutkan, enam sampai sepuluh dari setiap 100 orang Indonesia membawa gen penyakit thalasemia ini, yang kemudian diturunkan pada anak-anaknya.
  • Kalau pasangan pengidap thalasemia menikah, kemungkinan untuk mempunyai anak yang juga penderita thalasemia mayor kemungkinannya adalah 25 persen.
  • Penyakit thalasemia paling banyak diderita masyarakatdari dua negara yaitu Indonesia dan Italia.
  • Selain itu, anak-anak yang mengidap thalasemia akan mengalami gangguan pertumbuhan tubuh. Jika anak-anak normal pertumbuhannya cepat, maka anak dengan thalasemia cenderung kurus, tidak terlalu aktif dalam kegiatan fisik dan selalu merasa capek.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s