Hemofilia, apa itu?

hemofilia,jpg

  • Pendarahan yang berlangsung lama atau terjadi secara spontan, jangan didiamkan. Gangguan tersebut bisa menjadi gejala dari penyakit hemofilia.
  • Penyakit hemofilia merupakan penyakit gangguan pembekuan darah akibat kekurangan salah satu faktor pembeku.
  • Hemofilia bukan termasuk penyakit menular, namun sekitar 70 persen dapat diturunkan. Penderita hemofilia memerlukan pengobatan seumur hidup dan kehidupan mereka tergantung pada obat tersebut.
  • Hemofilia diturunkan dari sisi ibu sebagai pembawa sifat, yaitu kromosom X hemofilia. Menurut Prof. dr. Djajadiman Gatot, SpA(K), seorang wanita juga diperkirakan sebagai pembawa sifat hemofilia.
  • Apabila ibu memiliki satu anak pengidap hemofilia, maka ibu merupakan pembawa sifat. Apabila ibu memiliki anak laki-laki dan saudara kandung laki-laki penderita hemofilia, maka ibu juga menjadi pembawa sifat hemofilia. Dan apabila sang kakek terbukti mengidap hemofilia, maka si ibu juga bisa menjadi pembawa hemofilia.
  • Penyakit genetik itu susah dicegah karena gen dalam kromosomnya sudah cacat.
  • Hingga kini, ahli hematologi di Indonesia masih terbatas. Tenaga ahli juga hanya ada di kota besar, sementara di pelosok belum ada. Selain itu, masalah ketersediaan obat juga menjadi kendala. Tak hanya masalah harga obat cukup mahal, penderita juga harus meluangkan waktunya ke rumah sakit untuk mendapatkan suntikan plasma, bukan melalui minum obat.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s