Kanker prostat, apa itu?

kanker-prostat

  • Kelenjar prostat hanya dimiliki kaum pria. Fungsinya saja memproduksi cairan prostat yang menyediakan zat makanan bagi sperma. Kelenjar yang kira-kira seukuran biji kacang tanah itu letak persisnya ada di antara tulang kemaluan dan anus, mengelilingi pangkal saluran kemih atau air seni (uretra).
  • Secara bertahap terjadi proses reduksi biologis terhadap hormon testosteron – akibat pengaruh enzim 5-alfa-reduktase – menjadi hormon dihidrotestosteron. Perubahan yang berlangsung secara bertahap ini menyebabkan makin tingginya kadar dihidrotestosteron. Hormon inilah yang berpengaruh pada pembesaran kelenjar prostat.
  • Yang juga ikut andil dalam kasus pembesaran kelenjar prostat ini ialah bertambahnya zat prostaglandin dalam jaringan prostat. Beta-sitosterol berperan menghambat pembentukan prostaglandin. Karena itu PPJ dapat juga dicegah oleh beta-sitosterol.
  • Jika kelenjar prostat membesar, saluran air seni atau uretra di dekat pintu masuk kandung kemih seolah-olah tercekik. Otomatis pengeluaran air seni jadi terganggu. Makanya, penderita akan sering kencing, terutama pada malam hari. Adakalanya tak tertahankan sampai mengompol segala.
  • Bila jepitan pada uretra meningkat, keluarnya air seni pun makin sulit dan pancaran kencing jadi melemah lalu mendadak berhenti. Akibatnya, timbul rasa amat nyeri pada perut karena air seni yang tertahan. Keadaan ini selanjutnya dapat menimbulkan infeksi pada kandung kencing.
  • Gejala dan tanda kanker prostat tidak spesifik. Bahkan pada tahap awal sering tidak menampakkan gejala, sehingga menyebabkan keterlambatan diagnosis. Tapi pada tahap selanjutnya sering timbul gejala atau keluhan sebagai berikut:
      • Sering buang air kecil, terutama pada malam hari.
      • Ketika buang air kecil harus mengejan.
      • Sulit menahan buang air kecil (adakalanya ngompol).
      • Tidak dapat buang air kecil sama sekali.
      • Buang air kecil terasa sakit atau panas.
      • Ada darah dalam air seni dan air mani.Terasa sakit saat ejakulasi.
      • Nyeri atau kaku di daerah pantat, panggul, dan pangkal paha.
      • Bagi pria berusia 50 tahun ke atas, dan mengalami salah satu gejala seperti di atas, segeralah berkonsultasi dengan dokter.
      • Malah bagi kaum pria usia 40 tahun ke atas dianjurkan memeriksakan diri secara teratur setahun sekali. Diawali dengan pemeriksaan colok dubur, pemeriksaan ini mempunyai derajat ketepatan antara 21 – 53 persen untuk mendeteksi adanya kanker prostat.
  • Gangguan prostat berupa pembesaran prostat jinak (PPJ) mulai terlihat pada sekitar usia 50 tahun.
  • Perubahan ke arah keganasan berupa adenokarsinoma prostat (kanker prostat) terjadi pada usia 60 tahun.Kanker prostat belum diketahui secara pasti penyebabnya. Namun berdasarkan penelitian epidemiologi, usia lanjut menjadi faktor penting timbulnya kanker prostat. Sekitar 70% pria usia 80 tahun ke atas terbukti mengidap kanker prostat secara histopatologi.
  • Sementara ada beberapa keadaan menjadi faktor risiko timbulnya keganasan pada kelenjar prostat. Yaitu,usia di atas 50 tahun,diet tinggi lemak,pembesaran prostat jinak,infeksi virus lewat hubungan kelamin,riwayat kanker prostat dalam keluarga,pekerja di industri karet,dan pekerja yang kontak dengan logam kadmium (bahan pembuat baterai).

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s