Beda Antiseptik dan Disinfektan

Antiseptic-dan-Disinfectant

  • Orang kadang salah kaprah menyamakan antiseptik dan disinfektan. Memang meski keduanya bisa membasmi mikroorganisme tapi sebenarnya keduanya dipakai untuk hal berbeda.
  • Persamaannya, kedua zat kimia ini bisa membunuh bakteri yang dapat menyebabkan penyakit dan infeksi.
  • Tapi intinya antiseptik digunakan untuk menyingkirkan kuman di kulit yang hidup, sedangkan disinfektan menyingkirkan kuman di benda yang mati.
  • Tapi disinfektan kadang digunakan juga sebagai antiseptik untuk manusia asalkan dosisnya tepat karena kalau dosisnya terlalu tinggi bisa membuat keracunan hingga kematian.
  • Kandungan yang ada di dalamnya memiliki peran berbeda sehingga penerapannya harus tepat agar tidak menimbulkan efek apapun.
  • Cara kerja dari antiseptik dan disinfektan memang sama, yaitu senyawa yang terkandung di dalamnya akan menembus dinding sel organisme seperti bakteri.
  • Nantinya cara kerja di dalam sel tersebut tergantung dari senyawa yang terkandung di dalam antiseptik dan disinfektan tersebut. Pada umumnya senyawa ini akan mengganggu metabolisme sel atau mengubah permeabilitas dari dinding sel mikroorganisme.

Beberapa perbedaan antara antiseptik dengan disinfektan, yaitu:

Antiseptik

  • Zat kimia ini penggunaannya diterapkan pada kulit yang hidup atau jaringan tertentu untuk mencegah terjadinya infeksi dan umumnya tidak terlalu toksik, sehingga tidak berbahaya bagi kulit.
  • Antiseptik biasanya digunakan saat seseorang mencuci tangan atau sebelum melakukan operasi.
  • Antiseptik biasanya mengandung alkohol, chlorhexidine dan anilides.

Disinfektan

  • Penggunaan senyawa ini diterapkan pada permukaan, peralatan atau benda mati lainnya, sehingga kadarnya lebih toksik. Jika salah digunakan bisa menyebabkan pengerasan kulit, luka serta peradangan.
  • Desinfektan sering digunakan untuk peralatan pembersih rumah tangga.
  • Desinfektan mengandung glutaraldehhid, vantocil, ftalaldehida dan formaldehida.

Meski demikian ada beberapa mikroorganisme yang tidak memberikan respons terhadap semua antiseptik dan juga disinfektan, hal ini biasanya karena mikroorganisme tersebut sudah resisten atau mengalami mutasi.

Karena itu hal pertama yang harus dipahami sebelum menggunakan antiseptik atau disinfektan adalah mengetahui mikroorganisme apa yang ingin dibasmi dan dimana mikroorganisme tersbeut tumbuh. Hal ini untuk mencegah terjadinya efek samping yang mungkin dapat merugikan atau berbahaya tubuh.

sumber:detikHealth

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s